Posts

Showing posts from December, 2022

Pretending

Image
I know when you're lying I know when you're acting I know when you're hiding something Always and always knowing It's on your eyes But I keep pretending Showing my nicest responses to make you feel that I believe To be a sweet person while the heart is bleeding, knowing someone that I love breaks my trust You may see here I am, a stupid girl But boy I think I'm an insane girl, 'coz keep holding a liar Do I need a medicine? I'd been waiting, been waiting for hours Then all I get just those shits Nah, you didn't know how much I missed you You didn't even care 'bout my existence Sorry, what am I to you? Seems like the end of us is waiting The break up is calling But damn in my side the love still remains the same, even after you did it all Should I keep pretending? 

Bilamana Aku tidak Mengenalmu

Bilamana aku tidak mengenalmu,  mungkin aku tidak sesakit ini Namun gelombang takdir membawaku kepadamu Hatiku dibuatnya senang, lalu dijatuhkan Kala itu, aku ukir namamu di kedalaman hatiku yang paling dalam Cintaku dan cintamu terikat kuat,  Dan pikiranku tak pernah terlewat satu detik pun tanpa memikirkanmu Rasanya,  aku diciptakan hanya untuk mencintaimu saja, Rasanya,  bumi berputar untuk mengiringi kebahagiaanku saja Dan rasanya, langit bukan hanya menaungiku  namun juga untuk menyaksikan percintaanku Kugantungkan kepercayaan pada diri yang telah mencuri separuh jiwa ini Dengan segala pengharapan terbaik Namun berharap kepada manusia adalah sebuah kebodohan Kau menggerogoti hati yang tulus mencintaimu Separuh jiwaku kau bawa pergi Hingga tiada lagi rasa waras dan tenang yang tersisa Sungguh,  kalau saja aku tidak mengenalmu Mungkin aku tidak kehilangan diriku

Maafkan Aku

Maaf aku tak tahu batas wajarku, yang mencintaimu padahal kau tak ingin Yang merindukanmu padahal kau tak menerima Maafkan aku yang terlalu mencintaimu,  hingga kau muak akan segala cinta-cintaku yang berlabuh di hatimu,  Hingga mengusik kehidupanmu Jika ada yang harus disalahkan atas ketidaknyamananmu,  maka itu aku Jika ada yang harus dibenci sebab mengganggu ketenangan batinmu,  maka itu aku Salahkan saja diriku namun jangan larang aku untuk mencintaimu Hatiku dan hatimu yang tidak bisa bersatu, Itu sebab hatiku mengejar sedang hatimu terus berlari Cintaku tak kau rasakan sebab bagimu diriku tiada arti  Kamu tidak melihatku seperti aku melihatmu Atau bahkan, mungkin kamu tidak melihatku

Lepas

Kisah kita telah terukir di suatu masa Telah pula disaksikan oleh alam semesta Terikat kuat pada memori abadi Kini, bagaimana ? Kita akan saling melepas Aku tanpa engkau, engkau tanpa aku Semesta apakah engkau punya saran? Bagaimana bisa melupakan jika kenangan kan selalu terbayang? Semesta yang diam, kini bersuara : "Cukup kuatkah hati kalian untuk itu?" Aku terdiam sembari mendengar bisikan kenangan : "Telah kalian ukir aku dengan indah, dan akan kalian hancurkan?" Aku melirik kepada hatiku, dan ia berkata, "Sungguh aku tiadapun sanggup" Lalu kutatap dia yang mengisi kisahku, dia berkata, "Tiada perlu kita saling melepas, mari kita ukir kisah yang lebih indah." -13 Des 22 (00.52)-

Jejak Peristiwa

  Kata siapa sejarah hanya mengundang lara? Kata siapa sejarah hadir membawa resah? Tidak semua Sejarah membawa kisah Sejarah menuntun ingatan tuk tak melupa Dia ada sebab peristiwa Menopang lalu, Mengingatkan kini tentang dulu Menabur benih kenangan, membangkitkan memori yang terpendam Dialah sejarah yang menyorot peristiwa tanpa diminta Menjejak setiap kejadian yang menjadikannya cerita

Diamku

  Dalam lingkupku, Itu tentang aku dan hatiku Yang sedang mendiskusikan sesuatu Tentang seseorang yang selalu dalam pikiran Tentang seseorang yang selalu dalam bayangan Aku terombang ambing akan perasaan yang kian membara Perasaan tanpa sebab, Perasaan yang tiba-tiba menghadap Dan aku pun bimbang Tak mengerti mengapa hati mengarah ke sini Ke arah jalan yang seharusnya tak dilewati Aku terdiam Memikirkan mengapa hati bertindak semena-mena ini Mengapa hati bertindak tanpa ijin Mengapa hati bertindak seolah aku tak merasakan Aku kecewa Mengapa aku harus dihadapkan dengan keadaan seperti ini Keadaan dimana aku terjepit dalam sebuah perasaan yang tak kunjung usai Perasaan yang dalam, Perasaan dalam diam, Perasaan yang terpendam Rasaku terbungkus dalam diamku Diam dimana aku tak dapat mengungkapkan rasa cintaku Secuil pun aku tak mampu Sepemalu itukah aku? Tidak. Tidak seperti itu Aku tidak malu Aku hanya takut Takut jika cintaku ...

Pahlawan-Pahlawan Negeri

  Apa jadinya bangsa ini tanpa ada yang memperjuangkan? Apa jadinya negeri ini tanpa ada yang rela berkorban? Apa jadinya tanah air ini tanpa ada yang membela dan mempertahankan? Kejamnya keadaan pada masa silam Penjajah-penjajah berdatangan Bertingkah seolah atasan memperbudak pribumi sembarangan Pencuci pikiran berkelana di berbagai kawasan, Mencari peluang mengadu domba mengkambing hitamkan Pengkhianat bersembunyi di balik tirai kebajikan, Mengaku satu tujuan namun malah menjerumuskan Orang tak berdosa mati tertembak senapan Orang tak bersalah mendekam di balik jeruji tahanan Orang jerih payah bekerja tak diberi upah tuk membeli makanan Untunglah ada orang-orang yang berani menebas keangkaramurkaan Merekalah para pahlawan Mereka rela berkeringat darah demi kemerdekaan Merekalah para penegak bangsa, Berjuang menjadikan negara terbebas dari tekanan Terima kasih teruntuk pahlawan-pahlawan Indonesia Abdimu takkan pernah kami lupa

Berlian

  Lihatlah berlian itu sedang menunggu dengan sabarnya Lihatlah banyaknya orang berlomba-lomba tertatih-tatih berhimpitan Menembus batas dimensi, membekuk jarak, menilik waktu Dari sudut pandang manakah yang berpikiran tuk menelantarkan? Tergeletak tanpa pemilik Indah, menyejukkan mata Biarlah susah di awal terengah-engah menelan ludah Menjadikan tidak sedikit pun payah Berlian itu bak impian Impian itu dikejar seperti berlian Biar sekitar menentang, Tetap kau harus tancapkan bara semangat dalam relung batin, tak tergoyahkan Alam mendukung tekad Kau gapai impian maka dunia kau genggam Lihatlah dirimu Kau bukan pohon yang diam di tempat Kau bukan batu yang enggan bergerak Kau juga bukan air yang patuh mengalir mengikuti arus Tak terikat tak terjerat Leluasa hinggap di berbagai tempat x

Irisan Sembilu

  Ragaku membisu Mengingat engkau telah lalu Ringkih jiwaku Merasakan kepergianmu Melodi sendu memecah kebahagiaanku Duka ini menggertak kalbu Rasa ini hancur membiru Pedih berdesir dalam darah mengalir Sedih bergulir dalam emosi tidak stabil Sandaranku kini telah patah Pengharapanku juga goyah Desak erosi batin membuat tangis Hati ini perih bak teriris Menatap langit biru Ku menunduk lesu Memburu hening dalam irisan sembilu

Luka Dalam Derita

Seberkas derita masih belum tumbang Goresan luka masih bisa diterawang Kegundahan dalam hati jua bersarang Masih adakah haluan untuk hidup yang temaram? Cairan bening hampir tumpah dari singgasana Memberi isyarat bahwa hati dilanda lara Terbungkam bisu dalam tahanan derita Sampai kapankah kemelut ini terus mendera?

Apakah

Semenjak matahari tak menampakkan diri, semenjak   itu pula langit terang ikut pergi Semenjak rintik hujan berhenti membasahi bumi, semenjak itu pula awan menghilang dengan sunyi Dan semenjak engkau pergi dari hidup ini, semenjak itu pula semangat hidupku angkat kaki Jika matahari dan hujan dapat kembali, apakah mungkin kau juga akan turut pulang kemari? Seperti bintang yang dapat hadir hanya saat malam, Serigala yang mengaum hanya saat purnama, Dan rumput yang bergoyang hanya saat tertiup angin Begitu pula aku yang dapat bahagia hanya saat bersamamu Jika bintang dengan malam, serigala dengan purnama, dan rumput dengan angin, apakah bisa aku dengan engkau? Bak sejoli merpati yang selalu setia, Aku pun akan selalu setia Pengharapanku takkan pernah luruh Hanya engkau separuh jiwaku dari seluruh Biarpun tubuh ini berkeluaran peluh, Aku akan tetap menunggu dengan tidak mengeluh